“MENJAGA KEIKHLASAN ITU MEMBUTUHKAN PERJUANGAN KARENA TAK SEMUDAH DI
UCAP, IKHLAS ITU ORIENTASINYA BENEFIT DAN RUHNYA IBADAH”Kua.argapura.blogs.co.id.-- Manusia adalah makhluk Allah yang di anugerahi piranti super canggih yaitu otak untuk berfikir, menganalisa, bernalar dan berhitung. Selain itu manusia juga dilengkapi dengan hati sebagai sensor rasa; perasaan sedih, gembira, puas, bahagia dan lain-lain.
Puncak kebahagiaan tertinggi adalah jika hati kita terkoneksi dengan sang pemberi kebahagiaan, yaitu Allah Swt. sehingga tiap denyut kehidupannya, dedikasinya hanya diperuntukan untuk Allah semata, bukan untuk popularitas (sum’ah) dan bukan karena ingin di puja-puja (Riya) yang orientasinya materil dan profit.
Keihklasan dalam berkarya secara ideal ada dalam bingkai tuntunan Al-Qur’an . Allah Swt. Berfirman dalam Surat Al-Bayyinah ayat ayat 5:
“Padahal mereka tidak disuruh kecualai supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus”
Demikian pula dalam hal pekerjaan, nilai –nilai keihlasan harus menjadi motivasi dan ruh kinerja, nilai keikhlasan harus “direstorasi “ (dikembalikan) bukan hanya sebagai motto “ikhlas beramal” tapi harus menjadi motor penggerak yang bisa mengangkat kembali “marwah” KUA sebagai lembaga agamis.
ASN yang bekerja dengan ikhlas adalah yang tertancap dalam jiwanya ; keyakinan transendental, landasan ibadah dalam bekerja (sebagai bentuk pengabdian seorang hamba) dan berorientasi pada pelayanan terbaik , sehingga buah keikhlasan dapat dirasakan dan dicicipi oleh khalayak.
M.puadi
0 Comment for "RESTORASI NILAI-NILAI KEIKHLASAN PADA BUDAYA KERJA"